Monday, August 8, 2011

Beautiful friends.....^^

In this age my judgemental character is still very strong. I can judge people just by seeing them for the first them, sometimes lead to mistakes. But I still haven't found the method to cure it yet, till one night I thought that I may have a change of heart. We had occasional ifthar with lots of food and laugh. I spend many times with those people but just realize how precious they are actually in my life.

I have work, financial, family problems like luggages that I have to carry around. Sometimes I think I bring too much luggages, that if I analyze much coming from people around me. Yes, people affect me, I thought not, but they do. And if I see again, it all comes from worry, worry if I can't stand on my feet, if I may fail one day because others did. People are trapped in this circle, dangerous loop cause we forget of God Almighty. We forget if everything comes fom God, we work very hard and forget to give the decision to God. It's never our job, rite?! We're destined to strive, to pray, but the final decision is up to God. That's why I was unhappy, I didn't put the highest trust in God. I became afraid of what life might bring, and I forgot the art of living this life. Alhamdulillah Allah SWT showed it to me once again of how blessed I am. I have a great life in foreign land surrounded by great people, enough food and laughter, also play and service. As I know my friends better, I can see how beautiful they are. We all have problems that Allah SWT said also come with solutions, and It really depends on me to fight and finish it.....whether I want to accept it hard or easy.....Allah always gives us choices, and we need to open this heart and see it. Heart is a key to good life.

"And whosoever believeth in God, He guideth his heart. And God is knower of all things."                                                                                            -the Holy Quran (64:11)

"Verily in the remembrance of God do hearts find rest."              -the Holy Quran (13:28)

"If only, when our disaster came on them, they had been humble! But their hearts were hardened and the devil made all that they used to do seem fair unto them!        -the Holy Quran (6:43)

"And We reveal of the Quran that which is a healing and a mercy for believers."
                                                                                                      -the Holy Quran (17:82)

Subhanallah, in this holy month I hope I can purify my heart and become the person loved by Allah SWT, because that's why I live for, InsyaAllah....


Friday, August 5, 2011

Cute song

Another number from my favourite singer, Yusuf Islam^^...the children are so cute....

If you love someone so so much?


Maybe some of us've been in this situation before, and this funny talk from Brother Khalid Yasin may encourage young people to rethink before act upon an unappropriate love....Hope we're all helped by Allah SWT ^^

If the Prophet (PBUH) Came To Visit

If prophet Muhammad visited you, Just for a day or two,
If he came unexpectedly, I wonder what you would do,
Oh, I know you'd give your nicest room, to such an honoured guest,
And all the food you'd served him, You're glad to have him there,
That serving him in your home, Is joy beyond compare.

BUT.. When you saw him coming, Would you meet him at the door,
With your arms outstretched in welcome, To your visitor?
Or.. would you have to change your clothes, Before you let him in?
Or hide some magazines and put, The Qur'an where they have been?
Would you still watch x-rated movies, on your TV set?
Or would you rush to switch it off, Before he gets upset?
Would you turn off the radio, And hope he hadn't heard?
And wish you hadn't utter, That last loud, hasty word?
Would you hide your worldly music, And instead take Hadith book out?
Could you let him walk right in, or would you rush about?

And I wonder.. If the Prophet spent, A day or two days with you,
Would you go right on doing, Everything you always do?
Would you go right on saying the things you always say?
Would life for you continue, As it does from day to day?
Would your family conversation, Keep up its usual pace?
And would you find it hard each meal, To say a table grace?
Would you keep up each and every prayer, Would you put on a frown?

Would you always jump up early, For prayer at dawn?
Would you sing the song you always sing, And read the books you always read?
And let him know the things on what your mind and spirit fed?
Would you take the Prophet with you, Everywhere you plan to go,
Or, would you change the plans, Just for a day or so?

Would you be glad to have him meet, Your very closest friends?
Or, would you hope they stay away, until his visit ends?
Would you be glad to have him stay, Forever on and on?
Or, would you sigh a great relief, When he last was gone?
It might be interesting to know, The things that you would do,
If the prophet Muhammad, in person, Came to spend some time with you.

Source: anonymus

Thursday, August 4, 2011

A journey (part IV-the last)

Setelah summer, fall pun datang. Daun-daun menguning dan memerah, cantik sekali, alam berganti baju untuk kesekian kalinya. Sesi pemotretan kembali berlangsung, mengambil tempat di tumpukan daun-daun yang sudah berguguran, di atas sampah-sampah yang indah :). Di Korea aku mendapat kesempatan untuk travelling ke beberapa kota. Yang pertama aku kunjungi adalah Seoul. Kota metropolitan bernuansa modern dan rapi. Dari Daejeon aku dan teman-teman berangkat menggunakan KTX train, hanya sejam kami sudah sampai. Setelah itu kami membuka peta dan menyusuri jalan menuju Dongdaemun. Ini adalah pasar yang menjual barang-barang khas Korea, ada kipas, ukiran, tatakan, syal, hanbok, gantungan kunci, bros, dan lain sebagainya. Bisa seharian mengelilingi pasar ini sampe puas.

Kemudian kami beranjak ke Myungdong, the place where Korean fashionable youngsters gather. Banyak sekali took-toko baju yang menarik di tempat ini, dan tentunya fashion up to date. Pengunjung tempat ini sejauh mata memandang adalah anak-anak muda yang stylish, dan tokonya pun bermacam-macam, dari yg low end sampai high end, very cool. Kemudian kami masuk ke toko yang sangat cute, menjual bermacam-macam legging unik untuk menghadapi musim dingin dan baju-baju indah yang menurutku sangat cocok untuk dipakai seorang boneka, if Barbie comes alive; she really should visit this store. Kemudian ada pelayan yang menghampiri kami, bahasa inggrisnya fasih dan akhirnya kami pun berkenalan. Ternyata ia adalah seorang mahasiswi yang bekerja paruh waktu sebagai pelayan toko, dan setelah menanyakan asal kami, kami pun berkata bahwa jarang sekali kami bertemu orang Korea yang fasih berbahasa Inggris. Dengan tersenyum dia pun berkata, well I’m not Korean actually. I’m from China, but actually I’m a half Chinese, quarter Mongolian, and quarter Russian. Hehehehe, then we were just looking at each other while laughing; all these combinations just give her Korean look.

Perjalanan pun dilanjutkan menuju masjid di Itaewon. Di Itaewon hampir semua orang bisa berbahasa Inggris, termasuk pedagang kaki lima. Ini adalah tempat yang sangat familiar bagi orang asing, berbagai macam restoran dapat dijumpai di sini, ada India, Pakistan, Vietnam, Cina, bahkan Afrika. Di masjid kami menjumpai beberapa orang Korea yang menjadi mualaf dan sempat berfoto bersama, senang rasanya melihat fenomena tersebut di negeri yang sekuler. Aku jadi teringat temanku sorang sister yang berasal dari Maroko, ia telah tinggal selama lebih kurang sepuluh tahun di Korea, diboyong suaminya yang berkebangsaan Korea yang telah menjadi mualaf. Ia memiliki tiga orang anak yang sangat sopan dan baik, mereka jarang sekali bertengkar dan sangat manis. Perpaduan wajah mereka sangat khas, berwajah Korea namun bermata arab, dan bentuk menarik lain di wajahnya. Ibunya berbicara kepada mereka dalam tiga bahasa, bahasa Korea, arab dan inggris. Aku dan temanku yang pernah berkunjung ke sana takjub dan terheran-heran. Ibu mereka mengakui bahwa tidak mudah beradaptasi dengan budaya yang ada, terkadang timbul rasa sepi. Namun semua semestinya dihadapi dengan ikhlas demi kebahagiaan hidup mereka. Jika teringat mereka, terkadang aku malu untuk mengeluh ataupun menggerutu, betapa hebat contoh yang dapat diberikan Allah kepada hambanya ini.

Perjalanan hari itu diakhiri dengan mengunjungi Namsan/Seoul Tower. Jalan menuju tower tersebut cukup rindang, panjang dan menanjak. Di malam hari tower ini akan berganti-ganti warna, dan ada pendopo khas Korea yang indah di depannya. Sesi pemotretan pun kembali berlangsung, dengan mengambil gambar setiap tower berganti warna :p. Di malam itu kami juga melihat pertunjukkan akrobatik oleh beberapa seniman, dan kembang api yang semarak. Setelah membeli tiket, kami pun menaiki lift menuju puncak tower. Dari jendelanya terlihat pemandangan kota Seoul dengan kerlap-kerlip cahaya keemasan dan sungai Han yang membelahnya.

Teman, mungkin itulah beberapa pengalaman yg bisa kuceritakan mengenai kepergianku ke Korea dulu. Ya, Negara maju itu indah, tetapi aku tidak menemukan adzan di sana sehingga kadang hatiku kering. If some people ask and tell me about how cool is that, well I’m actually just like you. I thank God for giving me the blessing to go there, but I want to make point that you also do great things in our country. There’s no land like our country ^^. When you told me that not so many people get that opportunity, you made me realize that I really have to get better, cause I wanna bring advantages through my life. Jika ini bisa membangkitkan semangatmu, maka tiada terkata rasa senangku. I want you to believe that you can do it. Kesempatan itu tidak datang padaku secara mudah, karena aku pun mengalami berbagai penolakan yang terkadang terasa membelenggu kakiku, tetapi kita sesungguhnya tidak memiliki alasan untuk mundur, karena Allah SWT ingin kita maju, jadi majulah, seberat apapun itu kita harus maju.

Sampai sekarang pun aku masih terus mengalami banyak penolakan untuk memperoleh beasiswa, but this is what makes me grow. It’s OK to feel sad, but we know in our hearts that we have too much courage to give up.  We would like to do good things in our life, so we need to responsible for our failures and efforts. We are given the same opportunities; it’s a matter of time and efforts. Looking for chances, cause you can’t find them if you don’t search. Whisper all fear in your heart to go away, pray to Allah to keep you in the right path and for us not to forget why we’re living in this world for. Then be patience and keep trying. Pada akhirnya adalah menerima takdir dengan ikhlas, and I’m still learning very hard to do all of those things. I’m sure you knew it all ^^, cause I know how wise you are. But this is my effort to encourage you, cause I love you so much my friends. I just want to meet you in your confidence and achievement, cause you’ve tried.

Hidup ini adalah seni bagaimana membuat sesuatu. Dan seni harus dipelajari serta ditekuni. Maka sangatlah baik bila manusia berusaha keras dan penuh kesungguhan mau belajar tentang bagaimana menghasilkan bunga-bunga, semerbak harum wewangian, dan kecintaan di dalam hidupnya. (Dr. Aidh al-Qarni)

{Dan, Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah itu sangat besar} (QS. An-Nisa: 113)

Around Fall-Winter 2008..

A journey (part III)

Musim pun berganti, summer is arrived. Di musim panas udaranya mirip seperti di Indonesia, namun di Korea lebih kering. Orang-orang sering pergi berenang pada musim ini dan bermain di lapangan. Orang-orang rajin beraktivitas pada musim ini karena pakaian yang digunakan praktis dan cuaca sangat cerah. Sementara menurutku musim ini adalah musim yang sangat biasa, karena sejak aku lahir di Indonesia, aku selalu kepanasan :D. Pantai yang sangat ramai dikunjungi di Korea pada musim ini adalah pantai Haeunde di Busan, dimana sejuta orang bisa memenuhi pantai pada setiap musim panas. Aku sudah pernah mengunjungi pantai ini pada musim gugur di saat tidak banyak orang yang datang. Dan menurutku garis pantai ini relatif pendek, karena aku dapat menyusurinya dalam waktu kurang dari sejam dalam tempo yang sangat lambat. Jadi betapa penuhnya jika sampai sejuta orang berjubel ingin berenang, ck ck ck ck.

Tempat lain yang ramai dikunjungi adalah Carribean bay, sejenis Ancol. Wahana prosotan airnya cukup banyak dan ada pantai dan ombak buatan. Di depan Carribean bay terdapat Everland, sejenis Dufan, namun lebih besar dan jauh lebih heboh, karena wahananya banyak dan tempatnya sangat luas. Di tempat ini terdapat rollercoaster sangat besar yg disebut T-express, dimana lengkungan tertingginya memiliki ketinggian 200 meter dengan sudut kemiringan 70°. 2 kali aku pergi ke Everland dan aku tidak pernah berani menaikinya, nyaliku ciut mendengar teriakan dan deru permainannya. So two thumbs up for whoever tried this. Tempat ini tertata dengan rapi dan cukup lengkap, ada kebun mawar yang pada musimnya bermekaran warna-warni beraneka macam, ada kebun serangga yang menurutku cukup unik, dan bahkan ada kebun binatang yang berisi singa, harimau, beruang, dkk. Jadi jika ingin pergi ke sini, tips yang bisa aku berikan adalah jangan kalap dahulu melihat banyaknya wahana yang ada, pilihlah permainan secara cermat untuk menghindari rasa pusing dan mual, karena banyak wahana-wahana lain yang lebih menarik dan tidak mengakibatkan berbagai kemalangan tersebut. And don’t forget to take your pictures ^^.

OK, let me tell you a little about culture in Korea. Selain hard worker, orang Korea juga terkenal sebagai hard drinker. It’s a common thing to drink with colleague or friends. Beberapa teman Korea pernah mengatakan kepada saya bahwa dengan minum minuman keras, mereka merasa lebih bisa akrab dengan orang yang diajak berbicara, karena segala uneg-uneg bisa dikeluarkan with no hard feeling. Which I don’t exactly know whether it’s true or not, cause it sounds strange for me. Hal itu juga merupakan bentuk penghormatan kepada senior yang telah mentraktir atau membantu mereka selama ini. Yes, seniority is basic thing; seniors are very respected and obeyed. And they have job to train and teach the juniors. It works consistently in their culture with considerations from both parties. Aku pun tak ketinggalan terkena imbasnya, sebagai junior aku patuh terhadap mentorku dan mengikuti semua arahannya, dengan menelan segala rasa yang tidak enak. I was the only and first foreigner in my lab, and it was a challenge to make them understand about the difference. Dengan kedatanganku sebagai orang asing pertama di lab, tentunya atmosfer lab pun menjadi berubah. Ada kekhawatiran besar bahwa aku akan sulit mengikuti budaya dan aturan-aturan tidak tertulis yang ada sehari-hari. I was actually very nervous, but I wanted to prove that I can adapt well. Pertanyaan-pertanyaan yang datang sehari-hari pun bermacam-macam, mulai dari kenapa aku berjilbab, tidak makan atau minum hal-hal tertentu, sampai buah-buahan apa saja yang tumbuh di Indonesia. Ketika aku menjelaskan kepada si A, kemudian si B bisa menanyakan pertanyaan yang sama lagi kemudian aku berikan penjelasan juga, dan akan ada diskusi dari mereka memikirkan kenapa bisa begitu :D, Alhamdulillah kesabaran dan kemampuan berpresentasiku benar-benar terlatih, dan aku berdoa semoga jawaban-jawaban yang aku berikan tidak menyimpang ataupun sok tahu.


Image mereka tentang Indonesia sebenarnya tidak ada yang benar-benar berkesan, tidak banyak yang tahu dimana letak Negara kita atau bahkan ibukotanya. Mereka mengenal Bali, tetapi tidak tahu jika Bali ada di Indonesia, as ussual. Tetapi mereka mengetahui tentang masalah pemboman atau pencurian hasil hutan, sampai terkadang aku berpikir apa memang Negara kita yang sedikit prestasinya atau pemberitaan ke luar memang terlalu berlebihan, atau kedua-duanya. Then it was my job to show them the beauty of our country, that Indonesia is very potential and holds the ability to develop too, just like Korea. But the most important thing is to show that there are always young people who want to do good things for the country, and going abroad to study is just one of the efforts. Kemampuan bersosialisasi sepatutnya memiliki rem-rem yang dapat dipakai untuk menghindari hal-hal yang negatif. Negara asia yang maju dan kebarat-baratan, tentunya memiliki efek-efek globalisasi yang sedikit banyak membebaskan pergaulan orang-orang mudanya. Mau tidak mau yang berada di sana akan menyaksikannya, namun cukup sebagai pelajaran-pelajaran berharga untuk tidak terjerumus ^^. Keep your heart clean and your mind focus.

Summer 2008.....

A journey (part II)

Then spring came, musim semi datang membawa kehangatan, suhu yang tadinya minus beranjak naik, dan salju pun mencair. Rumput-rumput dan tanaman mulai tumbuh kembali. Alam kembali hijau, dan beberapa minggu kemudian, keindahan pun terkuak. Jajaran pohon yang teratur rapi mulai menampakkan kelopak-kelopak merah muda, aku tersadar bahwa itu adalah pohon sakura. Betapa indahnya ^^. Ketika bermekaran penuh, ia mengisi kampus dengan keindahan lembutnya. Warna merah muda dari yang terang hingga agak gelap memenuhi jalan, bermekaran dengan semarak, membuatku menyunggingkan senyuman ketika melihatnya. Subhanallah, What a dazzling view. Berjalan di bawah pohon dengan angin yang meniup bagaikan suatu adegan drama korea dengan lembaran-lembaran pink yang menghujani.

Musim ini adalah waktunya orang-orang mengadakan piknik dan mengambil foto. Biasanya aku dan teman-teman berpiknik strawberry di bawah pohon, atau labku mengadakan barbeque di tepi sungai depan universitas.
Beradaptasi dengan kehidupan yang baru dengan budaya yang sangat berbeda memang sangat menantang. Just like a baby tried to eat, speak, and read for the first time. Sometimes it was frustrated, but many things kept me in my track. However it made me patience and sociable too. Having lots of friends from many countries is one of the advantages. Dan aku juga belajar bahasa yang baru dan cara menulisnya, walaupun sampai 2 tahun aku tidak fasih-fasih juga karena jarang menggunakan :D. I also started to enjoy Korean food; my favorite one is hwedubbap which is actually rice mix with fresh vegetables and raw tuna, with Korean red sauce. It’s yummy and fresh ^^. I also like sushi, some jige and noodles. We can also eat various pizzas there with reasonable price.

Sangat mudah mendapatkan pelayanan delivery untuk banyak jenis makanan, asal kita tahu memesannya dalam bahasa Korea. Kebanyakan mahasiswa menggunakan sepeda, dan juga mobil untuk pergi kemana-mana. Di Korea lah aku belajar naik sepeda, dan rasanya asyik sekali menyusuri sungai di sore hari sambil bersepeda, atau pergi ke department store. Di sana banyak taman-taman yang dirancang dengan baik dan indah, dimana terdapat danau kecil dengan pondok dan kincir kecil, track jogging, dan juga beberapa peralatan olahraga. Beberapa pohon juga sengaja ditanam di taman, dan juga jembatan mini sebagai hiasan, very cute and pretty. I also like to go to coffee shop with my best friends there. Biasanya kami menghabiskan waktu sebentar untuk sekedar bercerita tentang kesusahan masing-masing, masalah riset atau kuliah, dan hal-hal pribadi. Kami terkadang juga bercerita tentang Negara masing-masing dan teman-teman yang kami miliki karena kami berasal dari beberapa Negara berbeda.

Selama kita membuka hati kita dan tidak membuat prasangka yang buruk, insyaallah teman-teman yang sejati pun dapat kita peroleh, dimana kita dapat bertukar saling pengertian, suka dan duka, bahkan terhadap orang yang berasal dari Negara lain. It’s so beautiful. My favorite drink in coffee shop is green tea latte, basically it is milk mixed with green tea, which not many people like. Bahkan jika aku keluar bersama teman-teman Koreaku pun, jarang yang memesan minuman tersebut, rata-rata kebanyakan orang ya memesan kopi dan sejenisnya. I just like the plain flavor and the green color, it’s very simple. And sometimes we order some cheese cake or tiramisu. I can tell you that most of coffee shops there really have good taste of coffee, it’s delightful. Di sana juga banyak bakery yang menjual berbagai macam roti dan cake yang enak-enak. Di sana bakery atau toko pizza bisa terletak bersebelahan dengan toko kimbap (makanan khas korea, nasi dan sayuran yang digulung dengan kim/rumput laut) dan makanan tradisional yang dapat diibaratkan sebagai warteg ala Korea. Hmmm sepertinya di Indonesia aku belum pernah menemukan breadtalk bersebelahan dengan warteg. So the modern and traditional style can stand side by side there.

Banyak mesin penjual yang bisa ditemukan di Korea, ada mesin minuman kaleng, mesin kopi-teh, mesin makanan ringan, mesin rokok, mesin sosis, mesin mie (bisa buat sarapan atau lapar di tengah malam), mesin buku, sampai mesin pembalut. Dan sepertinya akan masih banyak lagi mesin-mesin yang dapat ditambahkan di masa depan. Sepanjang aku tinggal di sana, aku belum pernah mendengar ada kasus pembobolan mesin-mesin tersebut, setidaknya di daerah dekat kampus. Ketika sakura telah bermekaran selama beberapa minggu, maka akan turun hujan yang merontokkan semua bunganya. Pohon itu pun akan gundul dan mulai berdaun. Maka yang selanjutnya akan berbunga adalah mawar. Ya, banyak mawar yang ditanam di kampus, berbunga besar-besar walaupun tidak begitu harum baunya. Mawar-mawar itu tampak anggun di tamannya atau menggantung cantik memenuhi pagar apartemen di sekitar kampus. Mereka merekah dalam berbagai warna: merah, putih, jingga, pink, dan campuran warna lainnya. Mereka seperti tumbuh begitu saja, karena aku tidak melihat ada tukang kebun yang merawatnya. Pernah aku mencoba memetik beberapa tangkai, dan aku menunggu ada yang menegur, tetapi tidak ada siapa-siapa (suatu perbuatan yang tidak pantas untuk dicontoh :p). Kelinci liar juga merupakan pemandangan yang biasa di kampus, kelinci-kelinci besar dengan bulu yang tebal-tebal berlarian dan bermain, lucu sekali, tetapi susah sekali ditangkap :p. Di kampusku juga ada bukit kecil sebagai tempat jalan-jalan, dan suatu hari aku pernah melihat musang di sana. Penghuni tetap bukit tersebut adalah beberapa jenis burung yang bersuara jelek, mereka adalah penyebab kotornya mobil-mobil mahasiswa karena mereka terbang membuang kotoran sembarangan. Dan menurut temanku kita bisa melihat matahari terbit yang indah dari sana, meskipun aku sendiri belum pernah mencobanya.

Based on experience around April 2008.